Feeds:
Posts
Comments

Trofi Piala DuniaDi hati satu kalangan kini sedang ada kebanggaan yang menyelimuti dan berbinar di wajah mereka. Kalangan ini tahun depan akan mengikuti proses bidding (penawaran) ke FIFA senilai Rp 240 milyar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Wow! Wah, kalau begitu kalangan yang sedang berbangga ini adalah kalangan sepakbola ya? Ya, benar! Terutama PSSI.

Andai negeri kita yang indah ini lolos jadi tuan rumah Piala Dunia 2022, kita tentu senang sekali. Indonesia akan lebih populer. Tak ada negara asing yang memberikan travel warning bagi warganya yang pergi ke Indonesia. Kita akan disejajarkan, paling tidak dengan Korea Selatan, Jepang, dan Afrika Selatan, yang lebih dulu sukses menggelar pesta bola sedunia itu. Ah, bangga sekali rasanya! Dada ini membusung tinggi.

Kemudian kesibukan luar biasa terjadi di PSSI. Mereka akan sibuk sekali merekrut ratusan orang yang akan bertugas sebagai liaision officer. PSSI akan mencari dukungan pemerintah yang akan membantu dana melalui perusahaan-perusahaan swasta dan BUMN. Para pemerintah provinsi (Pemprov) juga akan sibuk membangun stadion megah di daerahnya masing-masing agar layak dijadikan tempat bertanding internasional. Lalu usaha percetakan, sablon dan konveksi maju pesat menerima banyak pesanan untuk cenderamata. Masih  banyak lagi yang akan terlibat dalam gegap gempita piala dunia 2022.

Brasil 2014Seperti itulah kira-kira yang dalam benak Nurdin Halid, ketua umum PSSI kala mendaftarkan diri ke FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Mungkin dalam bayangan Nurdin Halid, Indonesia pada 2022 sudah bebas korupsi, tak ada lagi kelaparan, dan hajat hidup rakyat terpenuhi. Pokoknya rakyat hidup aman makmur sentosa sejahtera. Ah, soal rakyat itu sih urusan negara, bukan urusan PSSI. Ya, benar. Yang jadi urusan PSSI adalah bagaimana supaya tak ada lagi benang kusut di tubuh organisasi itu seperti soal mafia wasit, karut marut pertandingan liga, dan konflik kepentingan para pengurusnya.

Alangkah lebih indahnya gegap gempita andai Indonesia jadi rumah Piala Dunia 2022 jika tim nasional (timnas) sudah menunjukkan prestasinya, paling tidak di tingkat Asia Tenggara.

Pekan lalu timnas kalah 1-3 saat partai ujicoba melawan Singapura. Kemudian tim U-19 mengikuti jejak seniornya kalah 0-1 pada laga perdana kualifikasi grup F Piala Asia U-19 di Bandung (7/11) juga melawan Singapura. Selain prestasi timnas yang jeblok, di dalam negeri ada Liga Super yang jadwalnya berubah-ubah, tempat pertandingan yang sering terbentur izin keamanan, juga soal kinerja wasit yang sering tidak netral. Kalau Liga Super y2q3q7pkang merupakan kompetisi tertinggi di PSSI saja masih semrawut begitu, bagaimana kompetisi-kompetisi lain dibawahnya.  Soal ulah supporter berangasan juga perlu dapat pembenahan.

Dari sekarang menuju 2022 masih ada waktu 13 tahun, lumayan rentang waktu itu kalau digunakan untuk membenahi persepakbolaan Indonesia. Andai uang Rp 240 milyar itu digunakan untuk program pembinaan pemain bola, bukan tak mungkin Indonesia bisa ikut Piala Dunia 2022. Saat ini, diantara banyak klub profesional, hanya  PSM Makassar, PSMS Medan, Persebaya, Persib, dan Persipura yang punya program pembinaan pemain muda untuk dilatih menjadi pemain profesional. Klub lainnya hanya beli pemain secara instant. Tapi tentu bukan hanya pemain yang dibina, wasit juga perlu dibina supaya tahan mental, teguh memimpin, dan mampu untuk tidak memihak, termasuk mampu untuk tidak menerima suap.

Selama 13 tahun menuju 2022, turnamen antar sekolah sepakbola dan klub amatir bisa lebih digiatkan. Bisa pula lebih sering mengadakan pertandingan ujicoba timnas melawan negara lain untuk mengasah mental juara. Tapi sepertinya PSSI yang dipimpin Nurdin Halid lebih menginginkan prestise sebagai tuan rumah daripada keikutsertaan timnas di Piala Dunia.

Kita tunggu saja kelanjutan babak tuan rumah ini. Kiranya kita sebagai bangsa yang suka sepakbola bisa berdebar-debar menanti apakah benar negeri ini  bisa jadi tuan rumah Piala Dunia pada 2022. Tapi sebelumnya, sembari menunggu, mari kita tonton dulu pertandingan futsal antar kampung, turnamen bola antar klub amatir, dan kompetisi sepakbola yang ditayangkan di TV itu. Gooollll!

pic from kalpin.us

pic from kalpin.us

Saat ini sedang ada perang besar yang melibatkan empat klan mafia. Tiap klan punya lebih dari 150 anggota, jadi kurang lebih ada sekitar 600 orang yang terlibat baku tembak dan saling gempur. Empat klan ini  membentuk dua aliansi, jadi dua kelompok melawan dua kelompok lain.

Perang bisa berlangsung sehari atau seminggu, tergantung siapa yang kalah lebih dulu. Anggota klan yang paling banyak menggempur musuh biasanya dapat tambahan senjata atau bonus dari Godfather.

Uniknya perang ini berlangsung secara online di Facebook. Facebook? Ya, di situs jejaring sosial nomor wahid itu. Lho? Ya, keempat klan, bersama dengan puluhan klan mafia lain, memang tergabung dalam Mafia Wars yang dimainkan di Facebook.

Oh, jadi cuma permainan online? Ya, permainan perang antar mafia ini meski sama “sangarnya” dengan mafia betulan tapi sama sekali tak berbahaya, paling-paling hanya butuh biaya internet. Efek yang paling berbahaya “hanyalah” kecanduan login ke Facebook, hehehe!

Mafia Wars adalah salah satu permainan online dari developer Zynga yang bisa dimainkan di situs Facebook. Orang yang memainkan permainan ini, menurut jumlah fans di fan pagenya, ada lebih dari 5 juta orang. Waw! Banyak mafia berkeliaran di Facebook rupanya, hahaha!

Para mafia yang menggabungkan diri dalam satu klan biasanya memang “bertingkah” layaknya mafia betulan atau minimal seperti mafia dalam film-film. Mereka punya Godfather yang memimpin klan, punya officer, dan bahkan punya satuan tempur sendiri yang bertugas membalas serangan terhadap anggota mereka.

Bagi mereka yang tidak suka permainan online mungkin akan mengatakan orang-orang ini bodoh. Untuk apa serius betul bermain game online sampai begitu. Sebagian lagi mengatakan orang yang kecanduan bermain online akan  rusak otaknya dan menjadi antisosial.

Tapi bagi mereka yang menggemarinya, permainan ini mengasyikan. Interaksi dengan para “mafia” dari belahan bumi  lain yang punya kesukaan sama tentu menyenangkan. Beberapa klan mafia malah punya website dan chatroom sendiri khusus untuk memudahkan interaksi antar anggotanya. Kadangkala klan mafia ini mengadakan kopi darat. Pada kopi darat ini sering pula mereka membicarakan hal-hal diluar Mafia Wars, juga membantu anggotanya yang sedang kesulitan keuangan, misalnya, atau sekedar memberikan empati kepada mereka yang sedang ada masalah pekerjaan atau keluarga di dunia nyata.

Melihat kenyataan itu, maka pendapat antisosial yang diberikan kepada mereka yang bermain permainan online mudah sekali dipatahkan.

Bermain Mafia Wars adalah hobi. Sama halnya dengan mereka yang hobi memainkan mobil-mobilan atau pesawat remote control berbahan bakar solar, yang harga mainannya saja sampai belasan juta rupiah.  Sedangkan pada Mafia Wars orang membeli godfather points agar lebih kuat dan cepat naik level, sebagian lagi bahkan khusus membelinya untuk menciptakan tools yang memudahkan para mafia bermain. Jika orang awam memandang hal ini, sebagian mungkin berpikir konyol sekali orang-orang itu menghabiskan jutaan rupiah hanya untuk memuaskan hobi.

Pendapat yang bilang bahwa permainan online dapat merusak otak juga naif sekali. Para mafia saling berkomunikasi lewat chatting, telepon atau sms yang secara tak langsung membuat otak bekerja, terlebih bila komunikasi dilakukan antar bangsa, tentu orang harus bisa berbahasa Inggris. Para mafia juga menggunakan strategi agar tak gampang babak belur bila diserang, hal ini secara tak langsung membuat otak berputar mencari akal. Jadi malahan bermain Mafia Wars dapat mengasah otak, kan, hahaha!

Jadi, mari bermain! Mainkan apa saja yang Anda suka karena bermain dapat meredakan gejala stres dan menurunkan tekanan darah tinggi, apalagi dilakukan dengan hati senang gembira. Selamat bermain!

———————————————————————————-

Tulisan ini ditujukan untuk TM Dhani Iqbal dan didedikasikan untuk seluruh mafia.

Tradisi Kopi Nikmat

kopi nikmat

pic courtesy of andienyem.wordpress.com

Saya, seperti Anda juga mungkin, adalah salah satu dari jutaan penggemar kopi di seluruh dunia. Jauh sebelum kafe Starbucks, Coffee Bean atau Oh La La muncul di tanah air, masyarakat Indonesia sudah biasa minum kopi, terutama di pagi hari sebelum beraktivitas. Warung-warung kopi alias warkop ada di setiap sudut kampung, pasar, pinggir jalan raya, juga kantin perkantoran atau bahkan rumah sakit. Bila di Starbucks kita minum kopi sambil ditemani sandwich atau croissant, maka di warung kopi nikmat sekali minum kopi ditemani roti bakar, pisang atau ubi goreng.

Mengintip sejarah kopi di negeri lain, konon zaman dulu di Swedia, Raja Gustaff II menghukum  sepasang kembar yang dituduh bersalah. Karena hanya salah satunya yang benar-benar bersalah maka selama dalam tahanan seorang dari mereka hanya diberi minum teh, dan kembarannya hanya boleh minum kopi. Siapa yang lebih dulu meninggal dialah yang bersalah. Ternyata yang lebih dulu meninggal adalah si peminum teh dalam usia 83 tahun. Sejak itulah masyarakat Swedia menjadi salah satu bangsa peminum kopi fanatik di dunia.

Mari kita tinggalkan Swedia dan kembali ke tanah air. Penikmat kopi di negeri kita sepertinya lebih menyukai kopi bubuk biasa dibanding kopi instant. Alasannya adalah karena citarasa kopi lebih terasa dan harumnya dapat membangkitkan semangat dibanding kopi instant. Kopi bubuk akan lebih kuat aromanya bila langsung diseduh dengan air mendidih, diaduk pelan-pelan sembari dituangkan air mendidih itu sedikit demi sedikit.

Banyak kaum lelaki yang senang minum kopi tanpa gula, biasanya ditemani rokok  Dji Sam Soe. Citarasa rokok dan kopi yang sama-sama kuat merupakan paduan khas yang cocok dinikmati kala santai atau sembari membantu memperlancar ide-ide. Orang kita biasanya tak terlalu suka kopi campuran seperti kahlua coffee, atau ice blended coffee with cream. Lidah orang Indonesia lebih menikmati kopi susu daripada kopi campuran ala barat, atau minimal es kopi yang kalau di barat bernama keren frappe coffee.

Kebiasaan orang Indonesia menyukai kopi tradisional seperti itu sama seperti orang Itali. Mereka suka kopi ya kopi, tanpa campuran rasa “aneh-aneh” seperti di Amerika. Tradisi minum kopi seperti itu sudah kuat. Itulah mengapa Starbucks yang mendunia itu muncul dari Amerika, bukan dari Itali yang identik dengan negeri peminum kopi. Lidah orang Itali, seperti halnya orang Indonesia, tidak biasa menerima, bahkan cenderung menolak aneka minuman kopi yang sudah tidak nyata aroma dan rasa kopinya. Jadi secara tidak  langsung susah bagi orang Itali untuk mengembangkan kopi dengan varian aneka rasa seperti yang dilakukan Starbucks.

Lakunya kedai-kedai kopi asal luar negeri di Indonesia lebih karena “asing minded”, gengsi, dan pembesaran oleh media massa. Di luar wilayah urban yang tidak dijangkau kedai asing itu, warung kopi tradisional tetap jadi favorit. Fungsi warung kopi ini sama dengan café di kota. Orang datang menikmati kopi, bersenda gurau, membicarakan keseharian mereka, bahkan seringkali diskusi urusan RT-RW dilakukan di warung kopi.

pohon kopi

pic courtesy of krvhomestay.com

Awal mula munculnya kopi di Indonesia berasal dari seorang Belanda diabad 17 sekitar tahun 1646. Ia membawa biji arabika mocca dari Arab ke Jakarta. Kopi arabika pertama ditanam dan dikembangkan di Jatinegara pada sebidang tanah partikelir Kesawung yang kini lebih dikenal sebagai daerah bernama Pondok Kopi.

Dalam sejarahnya, Indonesia pernah menjadi produsen kopi arabika terbesar di dunia, walau cuma sebentar karena adanya serangan hama karat daun besar-besaran. Serangan hama yang disebabkan cendawan hemileia vastatrix itu menyerang tanaman kopi di Indonesia sekitar abad 19. Meski bukan lagi yang paling besar, kini Indonesia masih merupakan negara penghasil kopi terbesar ke-5 di dunia.

Negeri ini punya kopi khas yang sudah terkenal di mancanegara, diantaranya kopi takengon (Aceh), kopi mandailing (Sumatera Utara), kopi toraja (Sulawesi Selatan), kopi kintamani (Bali), kopi bajawa (Flores), kopi baliem (Papua), dan kopi luwak (Jawa). Sebenarnya tak ada asalan bagi Indonesia untuk jadi terkenal karena kopinya seperti Itali atau Brasil.

Bicara kopi luwak, inilah kopi termahal di seantero jagat. Kopi 100% asli Indonesia ini berasal dari kotoran luwak. Luwak adalah hewan sejenis tupai yang memakan biji kopi. Luwak hanya makan biji kopi, biasanya dari jenis robusta, yang benar-benar matang pohon yang tingkat kematangannya pas. Sayangnya pencernaan luwak tidak mampu mencerna biji-biji kopi yang telah ditelan sehingga biji kopi itu keluar lagi utuh melalui kotorannya. Nah, biji kopi dalam kotoran itu dibersihkan dan digiling lalu dihidangkan menjadi kopi paling nikmat di dunia. Secangkir kopi luwak berharga lebih dari seratus ribu rupiah.

Mahal? Ya memang, luwak, kan, tak bisa dipaksa makan kopi banyak-banyak dan menghasilkan banyak kotoran tiap hari, kecuali ada ratusan luwak yang dikembangbiakkan besar-besaran di kebun kopi. Tapi kata para pecinta fanatik kopi, kopi dari kotoran luwak liar lebih enak daripada luwak yang sengaja dipelihara.

Meski Anda bukan penyuka kopi, tak ada salahnya sesekali meminumnya. Secangkir kopi sehari, bukan kopi instant lho ya, dapat mengurangi risiko penyakit parkinson, diabetes tipe dua, kanker kolon, dan sirosis hati. Mari seruput kopi selagi panas. Ahh, sedap!

————————————————————————–

*Tulisan ini adalah pendapat pribadi penulis tanpa mewakili produk, branding, atau perusahaan manapun

Hello? Hai Gempa!

Saatnya bangun dari mimpi! Tak ada alasan untuk tidak tanggap dan sigap demi jiwa yang selamat.

Beberapa waktu ini kita dihadapkan pada banyaknya bencana alam dan

Efek gempa

Efek gempa

musibah. Tentu siapapun, hampir dapat dipastikan, tak ingin didera musibah. Rasanya ingin sekali selalu hidup nyaman, aman, dan berkecukupan tiap saat. Hal itu tentu tak mungkin karena manusia hidup di bumi, bukan di surga yang segalanya serba ada.

Gempa, salah satu bencana yang sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir di Indonesia, menimbulkan banyak korban yang bukan disebabkan gempa itu sendiri, namun karena bangunan yang jelek. Bukan menyalahkan bangunan, namun kebanyakan gedung, rumah, dan pertokoan dibangun dengan fondasi dan rangka yang jelek sehingga belum sempat penghuninya menyelamatkan diri, bangunan itu keburu runtuh menimpa.

Kata para pakar bangunan, konon jika gedung-gedung pemerintah dan sarana publik dibangun sesuai SNI 03-2847-1992 dan SNI 03-2847-2002 gedung itu mampu bertahan dari gempa berkekuatan 8 SR. Dengan gedung yang tidak gampang ambruk diharapkan orang sempat menyelamatkan diri.

Ada beberapa wilayah yang rawan gempa kekuatan besar, menurut prakiraan sementara LIPI, seperti Aceh, Padang, Bengkulu, Cilacap, Bali, NTB, dan Maumere (NTT). Juga ada daerah rawan tsunami di bagian selatan Sumatera hingga Selat Sunda. Sedangkan Papua, Sulawesi Utara, dan Halmahera Timur adalah daerah yang rawan tsunami susulan. Sementara Jakarta bukan daerah rawan gempa karena topografinya yang berselat dan dipenuhi sungai diperkirakan mampu mengurangi dampak buruk gempa.

Bila Anda tinggal di wilayah rawan gempa, selalu persiapkan diri Anda untuk kemungkinan terburuk. Seperti halnya masyarakat Jepang yang negerinya rawan sekali dengan gempa, kita perlu menyiapkan Kotak/ransel berisi peluit, air botolan, makanan kering atau makanan kalengan, obat-obatan P3K, uang tunai, pakaian kering, radio, senter, dan beberapa baterai pengganti. Taruh ransel ini di dekat pintu atau tempat yang terjangkau. Tentu isi ransel juga harus diperhatikan, jangan sampai makanan atau obatnya kadaluarsa.

Langkah penyelamatan diri ketika gempa terjadi tentu kita harus keluar menuju tanah lapang. Apesnya, jarang sekali tanah lapang atau ruang terbuka hijau bila Anda tinggal di kota padat penduduk. Yang utama perlu diketahui bahwa daerah paling berbahaya pada saat gempa adalah kolong meja, kolong tempat tidur, dan kolong lainnya. Sedangkan daerah aman untuk sembunyi menyelamatkan diri adalah di lantai samping dinding, samping meja, samping tempat tidur, di gang diantara dua tempat tidur atau dua lemari atau dua meja. Ini yang dinamakan segitiga kehidupan.

Segitiga atau sudut rumah/bangunan  berisi sebuah tiang/besi yang Segitiga Kehidupancukup kuat untuk menahan patahan horizontal, tempat ini sangat strategis untuk berlindung dari runtuhan dinding atau atap. Selain itu segitiga kehidupan bisa kita temui di sisi sebelah obyek, bukan pada bawah obyek. Saat terjadi gempa dengan kekuatan besar, dinding beton mungkin dapat ambruk dalam bongkahan-bongkahan besar yang jika bongkahan tersebut menimpa meja, maka meja akan pecah, dan serpihan pecahan meja dapat menusuk orang yang berlindung di bawahnya. sehingga bisa di bilang bukan gempa yang membunuh orang, tetapi meja/tempat berlindunglah yang menyebabkan orang yang berlindung malah meninggal.

Bila Anda berlindung pada sisi dinding, maka bila bongkahan beton berhamburan, bongkahan tersebut tidak mungkin jatuh tegak lurus sejajar dinding. Bongkahan tersebut pasti akan jatuh di sisi kanan atau kiri dinding sekitar 0,25 m – 0,5 meter dari dinding. ini berarti ada ruang yang bisa menyelamatkan anda di samping dinding. Demikian pula bila yang jatuh adalah inkaso/kuda-kuda/atap, dia akan membentuk ruang seperti segitiga yang cukup untuk menyelamatkan diri. Meski pecahan kaca dan beton ukuran kecil masih bisa mencapai tempat persembunyian itu, tetapi tidak mematikan.

Tentu dindingpun harus diamati karena tidak semua dinding aman. Pilihlah dinding yang tidak terlalu jauh dari pintu utama, hal ini untuk memudahkan proses evakuasi, jangan gunakan dinding yang berada di belakang/depan pintu, karena bisa kejatuhan pintu/kusen. sebab, ruang segitiga aman tidak berlaku untuk pintu dan kusen yang ambruk.

Jika kita berada di tempat tidur saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Banyak hotel yang sudah menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.

Jika kita tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar. Berbahaya sekali bila kita berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh.. Mengapa? Jika kita berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang kita akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, kita akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, kemungkinan untuk selamat sangat mustahil!

Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama. Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan, jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.

Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh kita dari bagian luar bangunan, maka akan lebih sulit untuk menyelamatkan diri.

Bila sedang ada dalam kendaraan, sebisa mungkin berhentikan kendaraan dan keluar. Berbaringlah di sebelah kendaraan. Andai kendaraan hancur tertimpa atau ambles ia masih memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.

Saat terjadi musibah apapun, usahakan jangan panik. Panik hanya akan membuat pikiran  buntu yang malah akan membuat celaka. Pahamilah cara-cara penyelamatan diri seperti yang ditulis diatas agar saat gempa terjadi Anda tetap tenang dan dapat berpikir jernih serta cepat melakukan usaha-usaha penyelamatan diri.

Dulu, waktu kita bersama kawan-kawan masih bocah, kamu bilang ingin jadi pantaipegawai negeri karena bisa hidup nyaman kemudian dapat tunjangan pensiun dan bahagia di hari tua. Aman dalam zona nyaman. Kami mengerti karena kamu bukan tipe pengambil risiko. Lalu kamu yang lain lagi bilang ingin jadi dokter, karena mengobati orang itu perbuatan mulia. Kami paham karena kamu turunan orang kaya yang ingin menolong orang sebanyak yang kamu bisa. Dan kamu yang terakhir bilang belum tahu ingin jadi apa, yang jelas kamu bilang ingin jadi orang sukses. Kami pun tahu karena kamu dibesarkan oleh kakek-nenekmu yang memberi kebebasan padamu untuk jadi apa saja kelak.

Dan sekarang ini, dua puluh tahun kemudian aku berjalan di atas pasir ini seperti yang pernah kita lakukan dulu. Aku masih menikmati pasirnya yang halus, meski kadang aku menginjak karang kerikil, namun tak apa, kuanggap itu menyenangkan. Di pinggir laut Jawa ini aku dan kalian dibesarkan sebelum akhirnya menyelinap ke belantara ibukota.

Bila aku mendengar deru ombak mendebur pantai, aku jadi ingin hidup di dalam laut, membayangkan berenang bersama makhluk yang sebelumnya tak kubayangkan. Tapi tentu aku manusia, sampai kapanpun aku tak bisa hidup dalam air, kecuali kelak aku membangun istana di dalamnya. Ah! Bukankah dua puluh tahun lalu kita punya keinginan serupa untuk membangun istana dalam laut? Hahaha, impian bocah-bocah polos.

Mestinya hari ini kita berkumpul disini, sesuai janji kita dua puluh tahun lalu. Tapi tak seorangpun muncul. Aku harus mengakui kalau aku kesepian. Pasir, ombak, air, pantai, dan karang tak mampu mengusir sepi dihatiku terhadap keberadaan kalian.

PolitikusKamu, yang dulu ingin jadi pegawai negeri, selamat, karena sekarang kamu jadi menteri. Tapi kami pikir kamu licik, mendapatkan jabatan itu dengan cara menjilat presiden sampai basah kuyub. Tak apa, kami tahu bahwa segala upaya akan kamu lakukan untuk mendapat apa yang orang namakan kemuliaan hidup.

Kemudian kamu, ah, kasihan sekali kamu harus masuk penjara karena dituduh membangun klinik aborsi. Yah, mau bagaimana lagi, kami tahu kamu melakukan itu karena kasihan pada gadis-gadis muda nan lemah iman yang tak mau menyebar aib. Karena terus menolong orang sampai sekarang kamupun belum menikah. Kami jadi berpikir bahwa kamu menikah dengan pekerjaanmu.

Dan kamu yang ingin jadi orang sukses. Kamu berhasil! Perusahaanmu maju pesat, uangmu berlimpah dan, wah! Parasmu sekarang rupawan sekali. Mungkin karena pengaruh uang ya. Sempat tergiur oleh kami untuk meminta bantuan darimu, memohon sedikit kemurahan hatimu untuk membagi rejeki pada kami. Tapi urung kami lakukan itu karena rasanya tak adil bila kami minta dari apa yang telah kamu bangun dengan susah payah. Oh! Rupanya kami salah sangka. Kau mendapatkan hal itu dengan cara menipu rakyat? Bagaimana maksudnya? Haa? Wah, pasti kau telah menipu banyak orang ya. Tak apa, kami biasa mendapati hal seperti itu dalam dunia kita.

Sobat, aku sangat menantikan kalian kembali lagi ke pinggir laut ini. Disini masih sama seperti dua puluh tahun lalu saat kita bermain. Selalu murni sebagaimana murninya nurani kita semua. Jika sempat, mampirlah kesini kalau kalian sudah tidak menjabat menteri, bebas dari penjara, dan tak lagi menipu orang. Kami ingin kalian seperti dulu lagi. Kita yang jujur dan berdamai dengan keadaan.

Kalian pasti merasa seperti itu juga kan? Ayo mengaku sajalah. Kalian sebenarnya ingin hidup seperti kami. Sederhana namun penuh makna. Mari kita hidup tenang lagi seperti dulu, dimana tak selamanya yang ada didunia ini dapat dilihat dengan mata dan didengar oleh telinga. Kalian bisa merasakan itu, tinggal kalian mengaku saja pada diri kalian sendiri.

========================

Diposting juga pada note facebook

Older Posts »